*Tulisan ini saya copas dari email, entah dari mana asalnya tapi isinya penting untuk diketahui :
=========================================================================
Meninggal saat berolahrga tidak hanya di waktu bersepeda. Misalnya pernah sudah beberapa kali di lapangan sepak bola dan di lapangan tenis atau badminton. Meninggal saat berolahraga kebanyakan disebabkan oleh masalah jantung dan pembuluh darah.
A. Di bagian jantung masalah utama (dalam konteks olahraga) adalah
1. masalah fisik otot jantung, ada masalah dengan jaringan ototnya, sehingga kemampuan memompa darah menjadi berkurang.
2. masalah ‘sinyal listrik’ pemicu penggerak otot jantung serta otot klepnya. Sinyal listrik yang ditransmisikan via jaringan syaraf dari otak dipengaruhi oleh banyak hal, diantaranya kondisi psikis, kegiatan olahraga dan juga kelainan bawaan. Sinyal listrik tidak bisa secara sadar kita kontrol, walaupun kita bisa mempengaruhinya secara tidak langsung. Masalah yang berkaitan dengan hal ini adalah seperti arrythmia dan tachycardi serta lemah jantung.
B. Bagian pembululuh darah
1. Koroner, saluran pembuluh mengecil karena endapan deposit (misalnya lemak, kolesterol, pengapuran). Karena penyempitan ini, o tomatis tekanan darah meninggi dan kerja jantung semakin berat. Kalau terjadi pada pembuluh halus di otak, bisa menyebabkan pembulu darah tersebut pecah (stroke) karena tidak kuat menahantekanan tinggi.
2. Kekakuan pembulu darah, hal ini juga bisa disebabkan oleh kondisi psikis dan penuaan sel-sel. Kekakuan ini membuat tekanan darah tidak terkomponsasi dan terregulasi. Kalau pembuluh darah lentur, berapapun tinggi tensi, dia bisa meregulasi tekanan yang berlebihan, sehingga tekanan darah selalu stabil.
Berdasarkan fakta-fakta medis diatas, beberapa hal yang perlu diketahui sebelum melakukan kegiatan olahraga :
1. Kenali kemampuan fisik anda , kalau tidak mampu berbalap ria, jangan terpancing oleh teman2 yang memang hobby balap.
2. Rajin memeriksa kesehatan jantung baik tekanannya (dengan tensi meter) dan kondisi kimiawi darah (uji di lab).
3. Hindari makanan berkolesterol tinggi, perbanyak makanan sayuran dan buah-buahan
4. Istirahat yang cukup, kelelahan dan stress akan membuat pembuluh darah akan lebih kaku.
5. Mulai lah kegiatan olahraga dengan senam stretching ke sekujur tubuh. Ini bisa membantu melenturkan pembuluh darah.
6. Lakukan proses ‘warming up’ minimal 20 menit. Untuk pesepeda (non balap) , mulailah dengan speed 15 km/h selama 20 menit. Setelah itu tingkatkan menjadi 20 km/h selama 20 menit lagi, setelah itu silahkan sprint
7. Kalau sekiranya mau berhenti, lakukan cooling dawn sekitar 10 menit (tergantung kecepatan juga, semakin cepat, cooling down juga akan semakin lama). Hindari berhenti bergerak mendadak, jantung bisa over pressure. Kalaupun harus berhenti mendadak, tetap bergerak, misalnya bersepeda berputar-putar atau kalau turun, jalanlah berkeliling.
8. Perbanyak minum, sebab darah yang kental akan memperberat kerja jantung dan memeprlambat aliran darah.
9. Kalau pesepeda memang mempunyai masalah dengan jantung dan pembuluh, jangan lupa membawa obat penurun tensi.
(C)Isnan
Komentar Terakhir